Destimoetzcharming's Blog

Author Archive

Lantunan March song terdengar merdu saat seorang gadis yang mengenakan gaun putih nan menawan itu memasuki ruangan. Semua pasang mata yang ada diruangan itu memandangnya kagum serta terselip rasa bahagia yang dalam.

Diujung sana, tepatnya didepan altar, seorang pria dengan kemeja serta tuxedo putih yang senada dengan gaun gadis itu menunggu dengan perasaan yang tak terlukiskan dari raut wajahnya. Gadis itu menunduk menatap langkahnya yang semakin dekat menuju altar. Gadis itu memejamkan matanya seolah menyakinkan dirinya sendiri bahwa upacara sakral ini harus tetap berjalan. Dilain sisi hatinya berontak, bersusah payah mendikte setiap alasan untuk tidak berbalik dan berlari meninggalkan acara ini.

Dideretan bangku pertama tampak seorang wanita mengenakan syal putih dengan senyum bahagianya. Seolah tak ada hal lain yang lebih membahagiakan selain menatap anaknya berdiri didepan altar untuk mengucapkan janji setia, meskipun mungkin saja Tuhan mau berbaik hati melepaskan kanker yang mengerogoti tubuhnya.

Gadis itu semakin dekat menuju altar, hanya lima langkah lagi ia akan sampai ditempat mengucap janji dua orang yang saling mencintai. Benarkah itu?? Saling mencintai?? Gadis itu tersenyum pahit.
Pandangannya beredar menuju wanita dengan syal putih yang duduk dikursi rodanya. Wanita itu menatapnya bahagia dengan senyum yang sangat tulus. Seolah terhenyak dengan senyuman itu, sang gadis menatap lurus kedepan. Meyakinkan hatinya dan menerima uluran tangan Cho Kyuhyun, calon suaminya.

***

-Haema PoV-

kriiiiiiiiinnnggggg~

Alarm weker yang berteriak nyaring menghentakkanku dari lelapnya mimpi. Aku lebih terbelalak kaget saat mendapati jarum pendeknya menunjuk angka 7 dan jarum panjangnya menunjuk angka 6. Dengan tergesa aku keluar kamar menuju dapur.

‘Aku harus menyiapkan sarapan terlebih dahulu.’ batinku.

Segera ku nyalakan pemanggang roti dan memasukan dua lembar roti kedalamnya. Waktunya sangat mepet, jadi kurasa roti bakar saja sudah cukup.

Kubuka lemari pendingin dengan kasar dan segera mengambil sebotol besar susu segar lalu menuangnya dalam gelas. Menaruhnya diatas meja makan dan menyiapkan piring untuk roti yang akan segera matang.

Aku berlari kecil menuju kamar mandi dan dengan singkat mencuci mukaku serta menyikat gigiku.

piiingg

Saat aku kembali rotiku sudah matang. Segera kusajikan diatas piring dan menaruhya disebelah segelas susu tadi.

Lagi, aku berlari kecil menuju sebuah kamar. Mengetuk pintunya cukup keras lalu mendorongnya perlahan.

“Kyuhyun-ssi, bangun!”

“….”

“Kyuhyun-ssi…”

Tetap tak ada jawaban.

“Kyuhyun-ssi, bangunlah. Atau kau akan-”

Seseorang keluar dari kamar mandi yang memang ada didalam kamar ini. Ia menatapku dingin seolah berkata ‘aku sudah bangun’. Ia mengambil jasnya dan memakainya sambil berjalan keluar melewatiku. Aku terpaku, seperti biasa. Buru-buru aku tersadar dan mengikutinya.

“Aku sudah menyiapkan sarapa-”

Braaakk

Ia sudah berlalu dengan menutup pintu keras.

Aku menghela napas berat. Beginilah rutinitasku setiap pagi sejak hampir tiga bulan yang lalu. Berakting menjadi istri yang baik, membangunkan ‘suamiku’, menyiapkan pakaian kerjanya -untuk hari ini aku terlambat melakukan hal ini- lalu menyiapkannya sarapan yang bahkan tidak pernah disentuhnya -ani, bahkan tidak pernah diliriknya.

Ya, akhirnya aku tetap harus melakukan perjodohan itu. Menikah dengan namjachingu saengku sendiri-Cho Kyuhyun. Miris memang. Belum lagi pernikahan ini digelar tepat seratus hari setelah Rae Seok meninggal.

Apa aku terlihat seperti eonnie yang jahat??? Aku akan menjawab iya jika kalian menyatakan pertanyaan itu langsung padaku. Tapi kenyataanya Rae Seok lah yang memintaku menikahi Cho Kyuhyun.

-Flashback ON-

Tiga hari setelah kejadian naas itu Rae Seok tersadar dari komanya. Sejak membuka matanya dia tidak pernah mau melihatku dan Cho Kyuhyun sampai pada hari kami kehilangan dia. Rae Seok bungkam dan hanya mau berbicara pada eommaku, dokter dan beberapa suster. Ia juga menolak berbicara pada appa.

Dua minggu setelah sadar, Rae Seok kembali pingsan. Tak sadarkan diri selama hampir lima hari hingga akhirnya meninggal. Dokter berkata bahwa saat kecelakaan Rae Seok mengalami benturan yang sangat keras dibagian kepalanya sehingga pembuluh darah diotaknya pecah dan akhirnya tak dapat ditolong.

Apa aku shock??? Tentu saja. Aku bahkan nyaris gila. Aku depresi, stress dan hampir dikeluarkan kampusku karna aku hampir membunuh orang-lagi. Aku kehilangan kesadaranku. Rasanya aku ingin menggantikan Rae Seok menemui malaikat maut. Bagaimana tidak, aku menghancurkan masa depan adikku sendiri bahkan aku membunuhnya. Apa aku masih pantas disebut eonnie????

Kenyataan yang lebih pahit adalah saat eomma menyerahkan selembar surat. Dari Rae Seok untukku. Aku terpaku membaca surat itu. Bagaimana mungkin, aku yang menyebabkan dia kehilangan Cho Kyuhyun, aku yang merenggut kebahagiaannya bahkan aku merenggut nyawanya. Rae Seok memintaku menerima perjodohan dan menikah dengan Cho Kyuhyun. Bak tersambar petir, aku merasa aku adalah orang paling jahat dimuka bumi ini. Aku seharusnya membahagiakan saengku, aku yang seharusnya mengalah untuknya. Tapi apa yang aku lakukan??? Aku membunuhnya dengan tanganku sendiri. Aku hancur. Benar-benar hancur berkeping-keping.

-TBC-

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


CALENDAR

July 2017
M T W T F S S
« May    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31